Rotasi.co.id – Epoxy lantai yang bergelembung setelah aplikasi dapat memengaruhi tampilan sekaligus kualitas lapisan pelindung beton.
Permukaan yang seharusnya halus dan rata justru terlihat memiliki tonjolan kecil, lubang, atau gelembung yang tersebar di beberapa bagian.
Kondisi ini dapat terjadi akibat kelembapan beton, udara yang terperangkap, kesalahan pencampuran, maupun kondisi lingkungan selama pengerjaan.
Masalah tersebut perlu ditangani dengan mengetahui penyebabnya terlebih dahulu. Jika hanya memperbaiki bagian yang terlihat tanpa mengatasi faktor pemicunya, gelembung berpotensi muncul kembali.
Oleh karena itu, pemeriksaan kondisi beton dan penerapan prosedur kerja yang tepat menjadi bagian penting untuk mendapatkan hasil pelapisan yang optimal.
Penyebab Epoxy Lantai Bergelembung
Gelembung pada lapisan epoxy dapat muncul melalui beberapa mekanisme. Mengetahui penyebabnya membantu menentukan tindakan perbaikan yang sesuai dengan kondisi lapangan.
Kelembapan pada Beton Terlalu Tinggi
Beton memiliki pori-pori yang dapat menyimpan air. Apabila kadar kelembapan substrat terlalu tinggi atau terdapat kelembapan yang naik dari bawah beton, kondisi tersebut dapat mengganggu proses pembentukan lapisan epoxy lantai.
Perbedaan suhu dan tekanan uap air juga dapat memengaruhi permukaan lapisan selama proses pengeringan. Akibatnya, lapisan berpotensi mengalami gelembung, kehilangan daya lekat, atau kerusakan lainnya.
Karena itu, kadar kelembapan beton perlu diperiksa sebelum aplikasi. Pengujian harus menggunakan metode yang sesuai dengan sistem pelapis yang dipilih.
Udara atau Gas Keluar dari Pori-pori Beton
Beton yang memiliki pori-pori terbuka dapat melepaskan udara ketika suhu substrat meningkat. Jika material epoxy diaplikasikan saat kondisi tersebut berlangsung, udara yang keluar dapat terperangkap di dalam lapisan yang masih basah.
Proses ini dapat menghasilkan gelembung kecil atau lubang menyerupai kawah pada permukaan. Risiko tersebut perlu diperhatikan, terutama pada beton yang berpori atau belum mendapatkan lapisan primer secara memadai.
Pencampuran Material Kurang Tepat
Material epoxy umumnya terdiri atas dua komponen yang perlu dicampur sesuai perbandingan yang ditentukan produsen.
Kesalahan rasio, pengadukan yang tidak merata, atau teknik pencampuran yang memasukkan terlalu banyak udara dapat memengaruhi kualitas hasil aplikasi.
Penggunaan material setelah melewati waktu kerja yang direkomendasikan juga dapat menyulitkan proses perataan. Oleh sebab itu, petunjuk teknis produk harus menjadi acuan selama persiapan dan pengerjaan.
Kondisi Lingkungan Tidak Sesuai
Suhu, kelembapan udara, dan titik embun turut memengaruhi proses aplikasi. Kondensasi pada permukaan dapat mengganggu pembentukan lapisan, sedangkan suhu yang tidak sesuai dapat mengubah waktu kerja dan karakteristik material.
Untuk itu, sebaiknya baca petunjuk produk untuk mengurangi risiko kondensasi.
Pentingnya Persiapan Permukaan Sebelum Aplikasi
Persiapan permukaan merupakan salah satu tahapan utama dalam pekerjaan pelapisan beton. Permukaan yang terlihat bersih belum tentu siap dilapisi karena masih mungkin terdapat debu halus, minyak, lapisan beton yang lemah, atau kelembapan berlebih.
Sebelum aplikasi, kondisi substrat perlu diperiksa secara menyeluruh. Pemeriksaan ini mencakup tingkat kelembapan, kekuatan permukaan, kebersihan, kerataan, dan kemungkinan adanya kerusakan pada beton.
Berikut beberapa langkah persiapan yang perlu Anda perhatikan:
Membersihkan Permukaan Beton
Hilangkan debu, minyak, kotoran, dan material lain yang dapat mengganggu daya lekat lapisan.
Melakukan Persiapan mekanis
Penggerindaan atau metode persiapan mekanis lain dapat digunakan sesuai kondisi beton untuk memperoleh profil permukaan yang sesuai.
Memastikan Kadar Kelembapan Memenuhi Persyaratan
Gunakan metode pengujian yang direkomendasikan produsen, bukan hanya mengandalkan pemeriksaan visual.
Mengaplikasikan Primer yang Sesuai
Primer membantu mempersiapkan substrat dan mendukung daya lekat. Pada beton berpori, kebutuhan lapisan primer tambahan harus dievaluasi berdasarkan spesifikasi sistem.
Cara Mengurangi Risiko Gelembung pada Epoxy Lantai
Selain persiapan permukaan, pengendalian proses pengerjaan membantu mengurangi risiko terbentuknya gelembung. Beberapa langkah berikut dapat diterapkan sesuai sistem yang digunakan.
Ikuti Rasio Pencampuran Material
Pastikan komponen resin dan pengeras dicampur sesuai rasio berdasarkan berat atau volume sebagaimana ditentukan dalam lembar data teknis. Gunakan alat pengaduk yang sesuai dan hindari teknik yang memasukkan udara secara berlebihan.
Perhatikan Suhu dan Titik Embun
Lakukan pengukuran kondisi lingkungan dan substrat sebelum mulai bekerja. Hindari aplikasi ketika permukaan berisiko mengalami kondensasi. Kondisi aktual di lapangan perlu dibandingkan dengan batas yang ditetapkan produsen.
Gunakan Sistem Pelapisan yang Sesuai
Pemilihan primer, lapisan utama, dan lapisan akhir harus mempertimbangkan kondisi beton serta kebutuhan area. Lantai gudang, area produksi, bengkel, dan parkir basement dapat memiliki kebutuhan ketahanan yang berbeda.
Evaluasi Gelembung sebelum Melakukan Perbaikan
Jika gelembung sudah terbentuk, identifikasi apakah penyebabnya berasal dari udara yang terperangkap, kelembapan, atau masalah daya lekat.
Bagian yang rusak mungkin perlu dibuka, dipersiapkan ulang, dan dilapisi kembali sesuai prosedur perbaikan. Hindari langsung menutup gelembung tanpa mengetahui penyebabnya.
Rekomendasi Sistem Epoxy Flooring dari Sika
Untuk kebutuhan pelapisan beton pada area industri, gudang, bengkel, dan parkir basement, Sikafloor®-264 HC dapat dipertimbangkan sebagai salah satu solusi epoxy flooring.
Produk ini merupakan pelapis epoxy berwarna dua komponen yang dapat menghasilkan permukaan halus mengilap dengan perawatan relatif mudah.
Keunggulannya meliputi ketahanan yang baik terhadap bahan kimia dan beban mekanis, kemudahan aplikasi, serta karakteristik kedap cairan. Permukaan antiselip juga dapat dibuat melalui sistem penaburan agregat yang sesuai.
Salah satu hal penting dalam penggunaan Sikafloor®-264 HC adalah kesesuaian sistem dengan kondisi substrat.
Produk ini ditujukan untuk penggunaan oleh tenaga profesional berpengalaman. Karena itu, persiapan beton, pemilihan primer, pengendalian kelembapan, dan prosedur aplikasi harus mengikuti lembar data teknis.
Anda tidak perlu ragu, karena Sika berpengalaman lebih dari 115 tahun untuk menangani project global, seperti Pusat Pendidikan Crayola Experience. Sika juga telah menyelesaikan proyek Car Park Flooring di Gedung BUMN Center.
Sika juga yang pertama kali mencetuskan waterproofing semen di Indonesia. Untuk itu, apabila Anda membutuhkan sistem epoxy lantai yang sesuai, segera hubungi tim teknis Sika Indonesia.











