Rotasi.co.id – Rencana pembangunan sekolah menengah negeri di lingkungan RW 018, Perumahan Permata Hijau Permai, Kelurahan Kaliabang Tengah, Kecamatan Bekasi Utara, Kota Bekasi, memasuki tahap baru.
Ketua RW 018 Kaliabang Tengah, Romsy Eka Saputra, mengatakan kesepakatan tersebut diperoleh melalui musyawarah bersama pengurus RT, tokoh masyarakat, serta unsur pemberdayaan masyarakat di lingkungan RW 018.
“Warga menyepakati usulan pemanfaatan lahan fasilitas sosial dan fasilitas umum (fasos fasum-Red) untuk pembangunan sekolah,” kata Romsy dalam keterangannya, Senin (31/9/2026)
Ia mengungkapkan musyawarah digelar pada Sabtu (19/9/2026) untuk membahas kebutuhan fasilitas pendidikan negeri yang mudah dijangkau warga.
“Kemarin, hari Sabtu tanggal 19 September 2026, Bapak RW mengundang seluruh KSB RT 01 sampai RT 07. Musyawarah tersebut juga dihadiri para tokoh masyarakat RW 018 dan ibu-ibu PKK RW 018,” ujarnya.
Dalam musyawarah tersebut, warga membahas keberadaan lahan fasos fasum yang berada di lingkungan RT 03/RW 018.
Lahan yang sebelumnya digunakan oleh Yayasan Sekolah Mutiara 17 Agustus itu kemudian disepakati untuk diusulkan sebagai lokasi pembangunan sekolah negeri, baik Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) maupun Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN).
“Dari musyawarah tersebut, Bapak RW 018 bersama warga menyikapi adanya lahan fasos fasum yang berada di lingkungan RT 03/RW 018. Kemudian menghasilkan kesepakatan agar lahan eks Yayasan Sekolah Mutiara 17 Agustus tersebut diusulkan menjadi SMKN atau SMAN,” ungkap Romsy.
Untuk memperkuat proses pengajuan, pengurus RW 018 selanjutnya menyebarkan angket kepada masing-masing RT di wilayah RW 018.
Angket tersebut digunakan untuk menghimpun dukungan warga sekaligus menjadi bahan administrasi dalam proses pengusulan pembangunan sekolah negeri kepada pemerintah.
“Kemudian dari RW menyebarkan angket kepada tiap-tiap RT untuk memberikan dukungannya sebagai bahan proses pengajuan ke tingkat kelurahan, kecamatan, Pemkot bagian aset, dan ke tingkat yang lebih tinggi, yaitu Gubernur Jawa Barat,” jelasnya.
Romsy juga menyebut, usulan diharapkan dapat diteruskan melalui tahapan pemerintahan sesuai kewenangan dan ketentuan yang berlaku.
Warga RW 018 berharap keberadaan sekolah negeri di sekitar permukiman dapat memperluas akses pendidikan bagi anak-anak di wilayah tersebut.
“Semoga niat serta cita-cita warga RW 018 bisa terwujud untuk memudahkan para generasi kita mendapatkan sekolah negeri yang dekat, terjangkau, serta mudah diakses,” pungkas Romsy. (*)













