ROTASI.CO.ID – SMK Taruna Bangsa yang berada di Jl Kaliabang Bekasi Utara akan siapkan tiga opsi pemebelajaran siswa, Opsi peratama adalah tatap muka, Opsi kedua adalah 50 persen siswa akan melakukan pelajaran tatap muka dan Online, dan Opsi ketiga adalah tatap muka yang dilakukan hanya untuk Praktek. Hal tesebut disampaikan oleh Kepala Sekolah SMK Taruna Bangsa, H.M. Rasid.
Dirinya mengatakan, Tiga opsi tersebut sudah direncanakan oleh pihaknya, namun Opsi yang direncanakan tetap harus melihat aturan-aturan.
“Sudah hampir 4 bulan kita tidak kegiatan, keinginan kita pasti ingin kalau ada proses pembelajaran lagi apalagi SMK kan punya kompetensi, tapi kesehatan lebih utama juga, jadi kami menunggu Pemerintah, intinya kalau nanti sudah di berlakukan masuk sekolah, kita sudah siap,” paparnya Selasa (21/6/2020).
Dengan total siswa sebanyak 1356 dan murid baru sebanyak 453 siswa SMK Taruna Bangsa sudah siapkan Standar Operasional Prosedur (SOP) bagi guru dan Murid seperti kesiapan protokol yang mana nantinya setiap kelas akan ada Hand Sanitaizer, Pencuci tangan, Pengecekan suhu tubuh (Termometer).
Namun, Lanjut dia meski sekolah belum melakukan kegiatan belajar mengajar secara tatap muka, tapi saat ini bebarapa pihak perusahaan sudah ada yang meminta anak didik SMK Taruna Bangsa untuk melakukan pekerjaan lapangan (PKL).
“Tapi mengingat kondisinya lagi kaya begini, jadi kami off dulu dan tidak ada yang melakukan prakerin, saat ini sih yang kita bolehkan hanya jurusan Rekayasa Perangkat Lunak (RPL) saja karna kalau jurusan RPL, Prakerin nya bisa melalui Online, dan Alhamdulliah untuk Jurusan RPL sudah ada 20 orang yang sedang melakukan Prakerin,” ujarnya.
Selain itu, Untuk Proses absen SMK Taruna Bangsa juga bekerjasama dengan menggunakan sisten Saktavisi yang mana sistem ini bisa memudahkan para guru yang mengajar di SMK Taruna Bangsa.
“Jadi guru langsung datang ke Sekolah dan mengajar online disekolah dengan meng absen anak didik menggunakan aplikasi Saktivisi, Hal ini dilakukan akan belajar dari rumah bisa kami pantau, walaupun tidak dari tatap muka tapi siswa siswinya terpantau dan tentunya ada bobot penilaian kehadiran dan bobot penialain tugas. dan pemeblajaran online ini juga kita lakuka agar mereka juga punya nilai karakter dan pengetahuan,” pungkasnya (dyt)












