Rotasi.co.id – PT Pertamina (Persero) memperkuat mitigasi risiko operasional untuk menjaga stabilitas pasokan energi nasional di tengah meningkatnya dinamika geopolitik di kawasan Timur Tengah.
Langkah strategis ini bertujuan untuk menjamin keselamatan pekerja, mengamankan armada pengangkutan, serta memastikan ketersediaan kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) dan LPG domestik tetap dalam kondisi terkendali.
Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, menyatakan perusahaan terus menjalin koordinasi intensif dengan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) serta perwakilan diplomatik seperti KBRI dan KJRI di wilayah terdampak.
Pemantauan ini mencakup pengawasan terhadap kru kapal dan aset operasional yang berada di jalur distribusi internasional.
“Pertamina juga telah menyiapkan langkah mitigasi risiko serta memperkuat komunikasi dengan Kementerian Luar Negeri, KBRI, KJRI, dan otoritas setempat guna menjaga kelancaran operasional dan keamanan kru,” ujar Muhammad Baron dalam keterangan resmi di kutip, Senin (02/03/2026).
Ia menjelaskan Pertamina mengidentifikasi tiga unit bisnis strategis yang bersinggungan langsung dengan dinamika kawasan tersebut, yakni PT Pertamina International Shipping (PIS) pada sektor pengangkutan, Pertamina Internasional EP (PIEP) di Basra, Irak, serta Pertamina Patra Niaga dalam pengadaan minyak mentah.
“Meski berada di zona dinamis, perusahaan memastikan seluruh lini bisnis dari hulu hingga hilir tetap beroperasi secara optimal sebagai tulang punggung energi Indonesia,” paparnya.
Sebagai upaya antisipasi jangka panjang, perusahaan pelat merah ini menerapkan strategi diversifikasi portofolio pasokan yang bersumber dari produksi dalam negeri maupun berbagai negara mitra global.
Fleksibilitas ini memungkinkan Pertamina untuk mengoptimalkan operasional kilang domestik guna menjaga keseimbangan produksi di tengah ketidakpastian pasar global.
“Sebagai garda terdepan energi nasional, Pertamina memperketat pengawasan dan mengupayakan ketahanan pasokan crude, BBM, dan LPG tetap aman untuk memenuhi kebutuhan seluruh masyarakat Indonesia,” pungkasnya. (*)














