Rotasi.co.id – Presiden Prabowo Subianto melakukan reshuffle Kabinet Merah Putih dengan mengganti Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa pada Senin (14/9/2026).
Presiden kemudian melantik Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan yang baru dalam upacara pelantikan di Istana Negara, Jakarta.
“Bahwa saya akan setia kepada Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi dharma bakti saya kepada bangsa dan negara,” demikian sumpah jabatan yang diucapkan Suahasil saat dilantik dengan tuntunan Presiden Prabowo.
Pergantian tersebut membuat Suahasil menjadi Menteri Keuangan ketiga pada pemerintahan Presiden Prabowo. Sebelumnya, Purbaya Yudhi Sadewa menduduki posisi tersebut sejak September 2025 setelah menggantikan Sri Mulyani Indrawati.
“Arahan khusus dari Bapak Presiden adalah untuk menjaga keuangan negara, artinya, menjaga kesehatan menjaga kredibilitas dari keuangan negara tersebut,” ujar Suahasil usai pelantikan di Istana Negara, Senin.
Suahasil sebelumnya menjabat sebagai Wakil Menteri Keuangan sejak awal pemerintahan Prabowo dan mendampingi Purbaya dalam menjalankan tugas di Kementerian Keuangan.
Setelah memperoleh mandat baru, ia menyatakan akan melanjutkan pengelolaan keuangan negara dengan menempatkan APBN sebagai instrumen untuk mendukung pertumbuhan ekonomi sekaligus menjaga stabilitas domestik.
“Saya juga akan memastikan bahwa apa yang dilakukan melalui APBN mendukung program prioritas pemerintah,” tutur Suahasil.
Pengelolaan APBN yang sehat dan kredibel menjadi salah satu prioritas awal Suahasil setelah dilantik sebagai Menteri Keuangan.
Ia juga menempatkan transparansi komunikasi anggaran sebagai bagian dari upaya menjaga kepercayaan publik terhadap pengelolaan keuangan negara.
“Saya akan memastikan bahwa apa yang dilakukan melalui APBN mendukung program prioritas pemerintah,” tutur dia.
Selain menjaga kredibilitas APBN, Suahasil berkomitmen mempertahankan defisit anggaran di bawah tiga persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Batas tersebut menjadi bagian dari kerangka pengelolaan keuangan negara sesuai ketentuan perundang-undangan.
“Efisiensi bukan semata-mata berarti mengurangi belanja negara, tetapi memastikan setiap anggaran yang dikeluarkan menghasilkan keluaran yang optimal dan sesuai dengan perencanaan,” ujar Suahasil.
Berdasarkan data Kementerian Keuangan yang disebut dalam bahan tersebut, realisasi defisit APBN hingga akhir Juni 2026 mencapai Rp196,5 triliun atau 0,76 persen terhadap PDB. Angka tersebut menjadi salah satu indikator yang akan menjadi perhatian dalam menjaga kesehatan fiskal sekaligus memastikan APBN tetap mendukung agenda prioritas pemerintah.
“Menjaga keuangan negara, artinya menjaga kesehatan dan menjaga kredibilitas dari keuangan negara tersebut,” ujar Suahasil.
Sebelum pergantian Menteri Keuangan diumumkan, isu reshuffle kabinet telah beredar sejak Senin siang. Kehadiran Suahasil Nazara di kompleks Istana Negara sekitar pukul 14.45 WIB kemudian memperkuat spekulasi mengenai perubahan posisi Menteri Keuangan.
“Saya memang ditelepon, diminta ke Istana,” kata Suahasil sebelum pelantikan.
Pada saat yang hampir bersamaan, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno membenarkan adanya agenda undangan terkait pelantikan. Namun, pemerintah saat itu belum memberikan penjelasan rinci mengenai posisi yang akan diisi Suahasil.
“Saya memang ditelepon, diminta ke Istana,” kata Suahasil.
Sebelum pelantikan Suahasil, Purbaya masih menjalankan agenda kedinasan sebagai Menteri Keuangan. Ia menghadiri rapat kerja bersama Komite IV DPD RI di Senayan, Jakarta, pada Senin pagi dan menyampaikan pandangannya mengenai kondisi perekonomian nasional.
“Di tengah ketidakpastian global saat ini, perekonomian Indonesia masih tetap terjaga,” ucap Purbaya dalam rapat bersama Komite IV DPD RI.
Dalam rapat tersebut, Purbaya menyampaikan bahwa perekonomian Indonesia masih mengalami pertumbuhan, inflasi tetap terkendali, dan neraca perdagangan berada dalam kondisi yang baik. Pernyataan tersebut disampaikan beberapa jam sebelum pergantian dirinya sebagai Menteri Keuangan diumumkan pemerintah.
“Halo Pak. Iya, siap-siap. Saya masih di DPD, Pak,” kata Purbaya ketika menerima telepon dari seseorang yang disebutnya sebagai “Bapak”.
Setelah menerima telepon tersebut, Purbaya meninggalkan Gedung DPD RI. Tidak lama kemudian, pemerintah mengumumkan pergantian Menteri Keuangan dan Presiden Prabowo melantik Suahasil Nazara sebagai penggantinya di Istana Negara.
Dengan pergantian tersebut, Suahasil kini menghadapi tantangan untuk menjaga kesinambungan pengelolaan fiskal sekaligus memastikan APBN tetap kredibel, efisien, dan mampu mendukung program prioritas Presiden Prabowo.
Mandat tersebut juga menempatkan pengelolaan keuangan negara sebagai salah satu fokus utama pada fase baru kepemimpinan Kementerian Keuangan. (*)














