Rotasi.co.id – Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) mengembangkan aplikasi Dashboard Sumber Daya Manusia (SDM) untuk mendukung proses mutasi dan promosi pegawai agar berjalan lebih efektif serta efisien.
Langkah strategis ini bertujuan untuk mengoptimalkan pengisian jabatan berbasis sistem merit melalui pemetaan kompetensi digital yang akurat, sehingga transisi kepemimpinan di lingkungan kementerian dapat dilakukan dengan lebih cepat dan tepat sasaran.
Aplikasi yang dibangun oleh Pusat Data dan Informasi Pertanahan dan Tata Ruang (Pusdatin) bersama Biro SDM ini disiapkan sebagai instrumen utama dalam manajemen talenta.
Sekretaris Jenderal (Sekjen) ATR/BPN, Dalu Agung Darmawan, menjelaskan bahwa keberadaan dashboard ini akan memangkas proses birokrasi panjang dalam mencari kandidat eselon, karena sistem telah mengelompokkan pegawai berdasarkan pendidikan, pengalaman, dan kinerja.
“Saya berharap aplikasi Dashboard SDM ini bisa segera jadi untuk memenuhi kebutuhan pengisian jabatan. Jadi kegiatan mutasi, promosi, dan sebagainya bisa berjalan secara efektif dan efisien,” ujar Dalu Agung Darmawan dalam keterangan tertulis yang diterima pada Rabu (4/3/2026).
Sementara, Kepala Pusdatin, I Ketut Gede Ary Sucaya, menambahkan inovasi ini merupakan inisiasi langsung dari Menteri ATR/Kepala BPN, Nusron Wahid. Sistem ini nantinya akan mengintegrasikan career path (jenjang karier) ke dalam sebuah talent pool yang komprehensif.
“Dengan demikian, pimpinan dapat memperoleh gambaran sempurna mengenai kinerja masing-masing Aparatur Sipil Negara (ASN) sebelum mengambil keputusan strategis,” ungkapnya.
Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Biro SDM, Budi Santosa, mengingatkan pentingnya validitas data kepegawaian. Ia mengimbau seluruh jajaran di Kantor Wilayah maupun Kantor Pertanahan di seluruh Indonesia untuk rutin memperbarui profil diri, mulai dari riwayat diklat hingga penghargaan yang diraih.
“Karier Bapak/Ibu semua tergantung dari data di Kepegawaian. Tolong identitas pegawai harus lengkap, mulai dari pendidikan hingga kompetensi, karena hal itu menjadi acuan dalam Dashboard SDM ini,” pungkas Budi Santosa. (*)














