Rotasi.co.id – Musyawarah Kota (Mukota) ke-VI menetapkan Qadar Ruslan Siregar sebagai Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Bekasi periode 2026-2031 guna memperkuat stabilitas organisasi dan sinergi ekonomi di wilayah tersebut.
Penetapan yang berlangsung di Kota Bekasi pada Kamis (07/05/2026) ini bertujuan untuk mengonsolidasikan peran Kadin sebagai mitra strategis Pemerintah Kota Bekasi dalam mendorong percepatan pembangunan serta pemberdayaan sektor usaha di tingkat lokal.
Dalam forum tertinggi organisasi tersebut, Ruslan juga ditunjuk menjabat Ketua Formatur untuk menyusun struktur kepengurusan lima tahun mendatang.
Ia didampingi oleh empat anggota formatur yang merepresentasikan berbagai elemen, yakni Aji Alisabana (OKK), Irjan (unsur ESI), Andi Jabidi (unsur senior), serta Harti yang mewakili keterwakilan perempuan.
“Yang pertama, kita akan melakukan konsolidasi internal sesuai instruksi Ketua Umum Kadin Jawa Barat. Saya akan mengakomodir seluruh potensi pengusaha lokal agar bersama-sama berhimpun di Kadin Kota Bekasi,” ujar Qadar Ruslan Siregar dalam keterangannya.
Ruslan menegaskan bahwa Kadin harus bertransformasi menjadi “rumah besar” bagi seluruh pelaku usaha, mulai dari skala mikro hingga besar. Ia berkomitmen untuk menjaga hubungan harmonis dengan pemerintah daerah sesuai mandat undang-undang, namun tetap meminta agar pengusaha asli Bekasi mendapatkan prioritas dalam berbagai program pembangunan daerah.
“Kadin adalah mitra strategis pemerintah dalam bidang perekonomian dan pembangunan. Karena itu, hubungan baik, sinergi, dan kolaborasi dengan Pemerintah Kota Bekasi harus terus dijaga. Potensi lokal harus lebih dulu diberi ruang untuk berkembang,” tegasnya.
Menariknya, Ruslan menyoroti keberhasilan proses rekonsiliasi yang terjadi dalam Mukota VI ini sebagai prestasi langka di tingkat Jawa Barat. Ia mengapresiasi jiwa besar seluruh pihak yang berhasil menyatukan perbedaan pandangan demi kepentingan organisasi. Ke depan, tim formatur akan menyeleksi figur kompeten untuk mengisi struktur yang tangguh dan adaptif terhadap tantangan ekonomi global, sehingga Kadin mampu memberikan dampak positif yang nyata bagi dunia usaha maupun masyarakat luas. (*)












