Rotasi.co.id – Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, menegaskan pentingnya jalur pengembangan karier (career path) dan semangat transformasi kelembagaan bagi jajaran Kanwil BPN Maluku Utara.
Dalam arahannya, Nusron menekankan bahwa kehadiran seorang pemimpin bukan hanya memastikan jalannya organisasi, tetapi juga memberikan motivasi dan kepastian karier bagi seluruh pegawai.
“Tugas saya sebagai menteri adalah memberikan kepastian dan harapan kepada seluruh jajaran, supaya dalam bekerja tumbuh motivasi yang besar. Motivasi inilah yang menjadi bahan bakar untuk terus melayani masyarakat dengan sepenuh hati,” ujar Nusron Wahid dalam keterangan tertulis yang diterima pada Senin (25/8/2025)
Ia menegaskan, career path merupakan salah satu instrumen penting untuk menjaga keberlanjutan transformasi kelembagaan di Kementerian ATR/BPN.
Dengan adanya jalur pengembangan karier yang jelas, para pegawai, khususnya generasi muda, akan memiliki harapan dan arah dalam mengembangkan potensi diri.
“Ini career path yang ingin kita bangun. Terutama bagi pegawai muda, mereka harus tahu bahwa di depan ada kesempatan untuk berkembang. Transformasi kelembagaan itu hanya bisa berjalan bila ada penataan yang jelas,” ungkapnya.
Ia menilai bahwa keberadaan pegawai muda di Kementerian ATR/BPN adalah aset penting yang harus terus dipupuk.
Dengan semangat dan energi baru, generasi muda di BPN dapat menjadi motor penggerak dalam menciptakan inovasi pelayanan publik, terutama di era digitalisasi yang terus berkembang.
Dalam kesempatan itu, Menteri Nusron juga menekankan pentingnya orientasi kerja yang berfokus pada pelayanan publik.
Menurutnya, pelayanan yang transparan dan akuntabel hanya dapat terwujud jika setiap jajaran ATR/BPN menjunjung tinggi nilai integritas.
“Orang-orang yang bekerja di lapangan harus tetap semangat. Insyaallah kita bisa melayani dengan baik. Tugas kita adalah memastikan tanah yang ada jangan sampai tumpang tindih. Makin banyak tanah yang terdaftar, makin bagus, karena itu akan mencegah konflik di masa depan,” tegasnya.
Ia menekankan BPN bukan hanya sekadar instansi administrasi pertanahan, tetapi juga garda terdepan dalam menjaga stabilitas sosial dan hukum masyarakat. Sengketa tanah kerap kali menjadi pemicu konflik berkepanjangan, sehingga kerja BPN sangat menentukan terciptanya keadilan dan kepastian hukum.
Sementara itu, pada momen tersebut, Kepala Kanwil BPN Provinsi Maluku Utara, Lalu Harisandi, memaparkan berbagai capaian kinerja jajarannya. Ia menyebut bahwa program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) di Maluku Utara hampir rampung 100 persen.
Selain itu, program Redistribusi Tanah dan Reforma Agraria juga telah menunjukkan perkembangan signifikan. Upaya ini menjadi bukti nyata komitmen pemerintah dalam memberikan akses kepemilikan tanah yang lebih adil bagi masyarakat.
“Berbagai inovasi juga telah kami lakukan, seperti digitalisasi Peralihan Hak Elektronik, program Baronda dan Bacerita Pertanahan (Baper), serta penguatan perencanaan tata ruang melalui sejumlah Rencana Detail Tata Ruang yang sudah ditetapkan melalui Perda,” jelas Lalu Harisandi.
Program-program inovatif ini diharapkan mampu mendukung misi nasional dalam mendorong pelayanan pertanahan yang lebih cepat, transparan, dan akuntabel.














