Rotasi.co.id – Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, memastikan kebijakan bekerja dari rumah atau Work From Home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) setiap hari Jumat tidak akan mengganggu produktivitas sektor pertanian nasional di tengah tantangan fenomena El Nino.
Hal tersebut disampaikan untuk menyelaraskan fleksibilitas kerja birokrasi dengan sistem pengawasan digital yang ketat, sehingga koordinasi antara pejabat pusat, penyuluh lapangan, dan kelompok tani di seluruh Indonesia tetap berjalan optimal tanpa hambatan fisik.
Ia menjelaskan bahwa kinerja jajaran kementeriannya kini didukung oleh teknologi komunikasi yang memungkinkan pengendalian jarak jauh secara real-time.
Menurutnya, para Direktur Jenderal hingga pejabat teknis tetap menjalankan fungsi kontrol terhadap aktivitas produksi pangan melalui berbagai kanal digital dan aplikasi pesan singkat.
“ASN Pertanian tidak berdampak karena kita kontrol dari mana saja. Kami kan kontrol seluruh Indonesia melalui WA, melalui telepon. Hubungannya WFH ASN dengan produktivitas pertanian nggak masalah,” ujar Andi Amran Sulaiman dikutip Rabu (8/4/2026).
Mentan menegaskan bahwa pelaku utama di sektor ini adalah para petani yang bekerja langsung di lahan, sehingga kebijakan kerja fleksibel bagi birokrat tidak memiliki kaitan langsung dengan aktivitas fisik di sawah. Pemerintah juga telah menyiapkan berbagai langkah antisipatif untuk menjaga stabilitas pangan nasional, didukung oleh cadangan beras yang saat ini mencapai 4,5 juta ton.
“Udah aman, kita sudah siapkan. Jadi kalau petani tetap bergerak karena dia petani, kan bukan ASN. Teman-teman kami dari Dirjen mau kerja WFH oke, karena dia kontrol semua kelompok tani dan PPL dari mana pun berada,” tegas Mentan.
Kebijakan WFH setiap Jumat ini sebelumnya telah ditetapkan oleh pemerintah pusat melalui Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, yang berlaku mulai 1 April 2026.
Meskipun kebijakan ini bersifat nasional, Kementerian Pertanian tetap memprioritaskan tercapainya target swasembada pangan. Dengan kesiapan stok yang melimpah dan sistem kendali digital yang adaptif, Mentan optimistis ketahanan pangan Indonesia akan tetap tangguh dalam menghadapi dinamika geopolitik maupun perubahan iklim global. (*)













