Rotasi.co.id – Ratusan tenaga honorer kategori R4 di Kota Bekasi yang belum lolos seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), menyampaikan aspirasi mereka ke Komisi I DPRD Kota Bekasi, Rabu (9/7/2025).
Salah satu perwakilan tenaga honorer, Andri, berharap mendapatkan kejelasan dan difasilitasi agar bisa mengikuti proses pengangkatan PPPK setelah sebelumnya gagal lolos dalam seleksi nasional.
Dirinya yang mewakili Forum Komunikasi Petugas Kebersihan Kota Bekasi, mengungkapkan kekecewaannya. Ia menegaskan bahwa banyak di antara mereka telah mengabdi sejak 2006, bahkan sebelum sistem PPPK diberlakukan.
“Kami sudah bekerja sejak 2006, hampir 20 tahun lebih. Tapi kami tidak tahu kenapa tidak lolos PPPK, padahal mengikuti proses seleksi yang sama,” kata Andri.
Saat ini tercatat sekitar 4.000 tenaga honorer kategori R4 belum diangkat sebagai PPPK di Kota Bekasi.
Dari jumlah tersebut, sekitar 1.145 orang merupakan tenaga kebersihan yang bertugas membersihkan jalan dan fasilitas umum.
Hal senada diungkapkan oleh honorer lainnya, Abdul Hadi, yang merasa pengabdiannya belum dihargai.
“Kami hadir lebih pagi dari pegawai kantoran, membersihkan Kota Bekasi, tapi justru kami tidak lolos PPPK,” ucap Abdul yang bertugas di wilayah UPTD Sumur Batu, Dinas Lingkungan Hidup.
Menanggapi hal tersebut, Ketua Komisi I DPRD Kota Bekasi, Murfati Lidianto, menegaskan pihaknya akan memperjuangkan nasib para tenaga honorer R4.
Ia menyebut perlunya kolaborasi dengan eksekutif, DPR RI, hingga Kementerian PAN-RB agar solusi terbaik dapat ditemukan.
“Kami akan komunikasikan dengan eksekutif, dan juga Komisi II DPR RI. Ini soal kebijakan pusat, termasuk anggaran. Tapi kami akan kawal dan cari jalan terbaik bagi teman-teman R4,” tegas Murfati.
Rapat dengar pendapat ini juga dihadiri oleh sejumlah perwakilan dari Forum Solidaritas R4 Kota Bekasi, Forum Honorer Non Database BKN Kota Bekasi, serta unsur dari BKPSDM dan Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi. (*)













