Rotasi.co.id – meskipun hujan tidak terlalu deras, luapan Kali Bekasi menyebabkan banjir di sejumlah wilayah, termasuk Kampung Lebak dan Teluk Pucung di Bekasi Utara.
Ketinggian air mencapai hingga 1,8 meter, memaksa puluhan warga mengungsi ke tempat yang lebih aman.
Ketua DPRD Kota Bekasi, Sardi Efendi, menyoroti perlunya penanganan komprehensif terhadap banjir yang terjadi.
“Banjir ini tidak hanya disebabkan oleh air kiriman, tetapi juga oleh curah hujan tinggi. Dinas terkait dan BPBD harus segera bertindak membantu warga terdampak,” kata Sardi dalam keterangannya pada Sabtu (10/5/2025).
Sardi menekankan pentingnya sinergi antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk menyusun solusi jangka panjang agar masalah banjir tidak terus berulang.
Ia juga mengingatkan bahwa Peraturan Daerah (Perda) tentang Sistem Drainase telah disahkan dan perlu segera diimplementasikan melalui peraturan wali kota.
“Dengan langkah konkret, semoga banjir di Bekasi bisa dikendalikan dan warga tidak terus-menerus terdampak,” ungkapnya.
Data dari BPBD mencatat bahwa banjir melanda 20 titik di tujuh kecamatan di Kota Bekasi, dengan ketinggian air bervariasi antara 20 hingga 300 sentimeter.
“Di Kampung Lebak, Teluk Pucung, sebanyak 47 kepala keluarga atau 360 jiwa mengungsi ke Mushala Jumiatur Khoir,” pungkasnya.
Sardi berharap kolaborasi semua pihak dapat meminimalisir dampak banjir di masa mendatang dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kota Bekasi. (*)













