Rotasi.co.id – Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional (HAN) 2025, Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Produk Bernutrisi untuk Ibu dan Anak (APPNIA), Nani Hidayani, menekankan pentingnya pemenuhan gizi anak sejak dini sebagai fondasi utama dalam mewujudkan Generasi Emas Indonesia 2045.
Ia menyoroti bahwa peran gizi anak sangat krusial, terutama pada masa 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) sejak kehamilan hingga usia dua tahun yang merupakan periode emas pertumbuhan dan perkembangan anak.
“Kebijakan pemerintah lima tahun ke depan sangat fokus pada perbaikan nutrisi. Kami, APPNIA, berkomitmen untuk terus mendukung akses terhadap produk gizi dan edukasi yang memadai bagi keluarga Indonesia,” kata Nani dalam keterangan tertulis yang diterima pada Sabtu (26/7/2025).
Ia menjelaskan APPNIA sebagai wadah bagi perusahaan-perusahaan penyedia produk gizi untuk ibu dan anak, berkomitmen memperkuat kontribusinya dalam mencegah stunting dan meningkatkan status gizi masyarakat.
“Seluruh perusahaan anggota APPNIA kami dorong untuk aktif mendukung pemenuhan gizi dan pencegahan stunting. Kami percaya perubahan besar dimulai dari edukasi orang tua, terutama soal pentingnya pilihan nutrisi yang tepat,” jelas Nani.
Ia juga menambahkan bahwa pemenuhan nutrisi idealnya dimulai sejak remaja, bahkan sebelum masa kehamilan.
“Edukasi seputar gizi seharusnya menjadi pengetahuan dasar di lingkungan keluarga. Orang tua, terutama ibu, harus dibekali informasi mengenai tahap-tahap pemberian gizi sesuai perkembangan anak,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Nani menerangkan APPNIA secara aktif mendukung pemberian ASI eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan bayi, tanpa tambahan makanan dan minuman lain. Setelah itu, bayi dapat mulai dikenalkan dengan makanan pendamping ASI (MPASI) yang sehat dan bergizi.
“ASI adalah makanan terbaik bagi bayi. Setelah usia 6 bulan, barulah anak dapat dikenalkan dengan makanan pendamping seperti sayuran, buah, nasi, daging, ikan, telur, susu, dan sumber protein lainnya, sesuai standar gizi yang dianjurkan,” ungkap Nani.
Sebagai bagian dari misinya, APPNIA juga telah membangun kerja sama strategis dengan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, akademisi, hingga media, untuk memperluas jangkauan edukasi dan akses nutrisi.
“Sebagai mitra strategis pun, kami menyatakan kesiapannya untuk terus mendukung program-program peningkatan gizi nasional, memperluas edukasi keluarga, dan memastikan keberlanjutan akses nutrisi sebagai bagian dari misi besar menuju Indonesia Emas 2045,” paparnya.
Sementara itu, dalam sambutannya, Menteri PPPA Arifah menekankan bahwa tantangan pola asuh anak seperti rendahnya pemahaman perkembangan anak dan pengaruh lingkungan negatif perlu ditangani secara kolaboratif.
“Mewujudkan anak hebat menuju Indonesia Emas 2045 tak bisa dilakukan pemerintah sendiri. Kami perlu berkolaborasi lintas sektor, termasuk dengan dunia usaha dan masyarakat,” pungkasnya. (*)














