Rotasi.co.id – Sektor angkutan umum di Kota Bekasi tengah mengalami masa sulit. Data dari Organisasi Angkutan Darat atau (Organda) Bekasi menunjukkan penurunan drastis jumlah kendaraan yang beroperasi.
Dari sekitar 7.000 unit angkutan umum yang memiliki trayek, saat ini hanya sekitar 1.600 hingga 1.800 unit yang masih melayani masyarakat. Artinya, terjadi penurunan signifikan sebesar 75 persen.
Ketua Organda Bekasi, Indra Hermawan, mengungkapkan bahwa masalah peremajaan kendaraan menjadi faktor utama di balik penurunan ini.
“25 persen dari kendaraan yang masih beroperasi telah melampaui batas usia kendaraan yang ditetapkan, yaitu antara 15 hingga 20 tahun. Yang layak tidak lebih dari 10 persen,” kata Indra kepada Wartawan pada Jumat (2/8/2024).

Ia menjelaskan, kondisi ini membuat kendaraan tersebut tidak layak beroperasi dan berpotensi membahayakan keselamatan penumpang.
“Banyak kendaraan yang sudah tua dan tidak layak jalan. Ini menjadi kendala utama bagi para pengusaha angkutan untuk terus beroperasi,” ujar Indra.
Meskipun menghadapi banyak tantangan, Indra menyebut angkutan umum di Bekasi masih menawarkan biaya angkutan umum yang relatif lebih ekonomis dibandingkan dengan moda transportasi lainnya.
“Selain itu, keamanan juga terjamin di angkutan umum karena sampai saat ini, saya tidak mendapatkan laporan terkait tindakan kejahatan yang terjadi di angkutan umum. Ini karena adanya koordinasi yang baik antara pengurus organisasi dan para pengemudi,” paparnya.
Indra berharap agar pemerintah lebih peduli dan memberikan dukungan melalui regulasi atau kebijakan yang berpihak pada transportasi angkutan umum.
Ia menilai transportasi merupakan urat nadi dari roda perekonomian.
“Jika transportasi lemah atau buruk, maka ekonomi suatu daerah pun akan terpengaruh,” paparnya.
Organda Bekasi mengajak semua pihak untuk bekerja sama dalam mengatasi tantangan yang ada, sehingga angkutan umum di Kota Bekasi dapat kembali bangkit dan berkontribusi secara optimal terhadap perekonomian daerah.














