Rotasi.co.id – Peluang Ranny Fahd A Rafiq untuk memimpin DPD Partai Golkar Kota Bekasi periode 2026-2030 semakin menguat setelah dirinya mengantongi surat persetujuan atau diskresi dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar.
Dukungan sejumlah pemegang hak suara sah juga menjadi modal politik menjelang pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Kota Bekasi.
Ranny mengatakan, dukungan yang diterimanya menjadi dorongan untuk mempersiapkan diri menghadapi Musda sekaligus menjaga komunikasi dengan seluruh pemegang hak suara.
Ia menyebut pelaksanaan Musda kini tinggal menunggu waktu yang ditetapkan oleh partai.
“Kita tinggal menunggu pelaksanaan Musda kapan. Kita siap maju, apalagi saat ini dorongan dan dukungan yang diberikan kepada saya sangat luar biasa. Saya berterima kasih atas kepercayaan ini, mari kita jaga dan kawal hingga pelaksanaan Musda,” kata Ranny dalam keterangannya, Selasa (6/10/2026).
Penguatan dukungan tersebut terlihat dalam konsolidasi strategis yang digelar Ranny bersama sejumlah pemegang hak suara sah pada Senin (5/10/2026).
Pertemuan tertutup itu mempertemukan sekitar 13 pemilik suara dari berbagai unsur strategis Partai Golkar Kota Bekasi sebagai bagian dari komunikasi politik menjelang Musda.
Ranny menyampaikan bahwa konsolidasi tersebut menjadi ruang untuk mempererat komunikasi sekaligus menyatukan langkah para pemegang hak suara menghadapi agenda Musda.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada DPP Partai Golkar dan pihak-pihak yang telah memberikan dukungan terhadap pencalonannya.
“Saya menyampaikan terima kasih kepada DPP Partai Golkar yang telah memberikan diskresi, sekaligus kepada para pemegang suara yang telah menyatakan dukungannya kepada saya,” ujarnya.
Konsolidasi tersebut dihadiri unsur pimpinan kecamatan, organisasi yang tergabung dalam Hasta Karya seperti MKGR, SOKSI, KOSGORO 1957, AMPI, AMPG, serta sejumlah tokoh senior Partai Golkar.
Para peserta hadir mengenakan atribut kebesaran Partai Golkar dan mengikuti pertemuan yang dipimpin langsung Ranny.
Ranny menegaskan bahwa dirinya ingin menjadikan dukungan yang terbentuk sebagai modal untuk merangkul seluruh potensi kader dan elemen partai.
Ia menilai soliditas internal menjadi faktor penting untuk membangun kekuatan Golkar Kota Bekasi menghadapi agenda politik mendatang.
“Kita telah merapatkan barisan. Seluruh pemegang hak suara kini berada dalam satu garis komando yang solid. Insyaallah, dengan sinergi dan komitmen politik yang telah kita bangun bersama, kita optimistis menjemput kemenangan mutlak 99 persen,” tegas Ranny.
Menurutnya, angka dukungan tersebut merupakan gambaran dari aspirasi politik yang berkembang di antara pemegang hak suara yang hadir dalam konsolidasi.
Ia menyebut dukungan itu harus dikawal hingga seluruh tahapan Musda selesai sesuai mekanisme organisasi Partai Golkar.
“Ini bukan sekadar klaim, melainkan manifestasi dari aspirasi akar rumput yang menginginkan kebangkitan Golkar Kota Bekasi,” ujarnya.
Suasana konsolidasi berlangsung dalam atmosfer penuh optimisme. Para kader dan pemegang hak suara yang hadir menunjukkan gestur kebersamaan dengan mengepalkan tangan dan mengacungkan jempol sebagai simbol soliditas serta kesiapan menghadapi Musda Partai Golkar Kota Bekasi.
Ranny menilai terbentuknya soliditas tersebut menjadi sinyal positif bagi penguatan mesin organisasi Partai Golkar di Kota Bekasi.
Ia berkomitmen mendorong kepemimpinan yang dinilai lebih adaptif, progresif, dan mampu mengakomodasi seluruh elemen partai.
“Saya ingin seluruh potensi yang ada di Partai Golkar Kota Bekasi dapat dirangkul dan disatukan untuk membesarkan partai. Kita harus bergerak bersama dan menjaga soliditas organisasi,” ucapnya.
Para pemegang hak suara yang hadir dalam konsolidasi juga menyatakan kesiapan mengawal proses pencalonan Ranny mulai dari tahapan pendaftaran hingga pelaksanaan Musda.
Dukungan tersebut menjadi bagian dari dinamika internal Partai Golkar Kota Bekasi menjelang penentuan kepemimpinan periode 2026-2030.
Ranny mengatakan bahwa dukungan politik yang diterimanya tidak boleh berhenti pada kepentingan kontestasi Musda. Jika memperoleh amanah memimpin DPD Partai Golkar Kota Bekasi, ia berkomitmen menyatukan seluruh kader dan memperkuat struktur partai hingga tingkat akar rumput.
“Golkar harus menjadi rumah besar bagi seluruh kader. Tidak boleh ada sekat-sekat setelah Musda. Siapa yang memiliki niat membesarkan partai adalah sahabat perjuangan kita. Saya siap merangkul semua pihak untuk bersama-sama memperkuat Golkar,” tegasnya.
Ia menambahkan tantangan Partai Golkar Kota Bekasi setelah Musda bukan hanya menyelesaikan kontestasi internal, tetapi juga meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap partai.
Oleh karena itu, penguatan organisasi dan kerja politik yang menyentuh kebutuhan masyarakat akan menjadi perhatian apabila dirinya dipercaya memimpin partai.
“Golkar harus hadir memberikan solusi dan manfaat nyata bagi masyarakat,” tandas Ranny.
Ranny juga menargetkan peningkatan perolehan suara Partai Golkar serta penambahan jumlah kursi di DPRD Kota Bekasi pada agenda politik mendatang.
Selain itu, ia menyatakan kesiapan partai untuk menghadapi berbagai kontestasi politik, termasuk pemilihan kepala daerah dan agenda politik lainnya.
“Target kita bukan hanya memenangkan Musda, tetapi bagaimana setelah itu Golkar Kota Bekasi semakin kuat, solid, dan mendapatkan kepercayaan masyarakat. Kita harus meningkatkan suara, menambah kursi DPRD, serta memenangkan agenda politik ke depan,” ujarnya.
Penguatan struktur organisasi hingga tingkat kecamatan dan kelurahan menjadi salah satu agenda yang disebut Ranny akan diprioritaskan apabila mendapat amanah memimpin DPD Partai Golkar Kota Bekasi.
Langkah tersebut diarahkan untuk memastikan konsolidasi tidak hanya berlangsung di tingkat elite partai, tetapi juga berjalan sampai akar rumput.
“Penguatan struktur sampai tingkat kecamatan dan kelurahan akan menjadi fokus. Kita ingin memastikan Golkar hadir di tengah masyarakat dan mampu memberikan manfaat secara nyata,” pungkas Ranny. (*)












