ROTASI.CO.ID – Sebanyak 432 Kader Posyandu di wilayah Kelurahan Kaliabang Tengah, Kecamatan Bekasi Utara Kota Bekasi Jawa Barat menuntut haknya sebagai penerima bantuan sosial tunai (BST) BPJS Ketenagakerjaan yang sudah dua kali pencairan pada 2020 lalu. Pasalnya hingga saat ini, para kader itu belum juga terima BST BPJS Ketenagakerjaan.
Ketua Kader Posyandu RW.22 Kaliabang Tengah, Tri Haruni menyatakan kekecewaannya atas BST yang tidak diterima dirinya dan ke 432 kader lainnya. Kata dia, para kader telah menyerahkan data sesuai instruksi kelurahan.
“Kami itu hanya di data saja, tapi tidak cair bantuannya. Kami tanya alasannya, respon kelurahan ngepingpong kami. Kami ikuti maunya, bahkan ke BPJS juga sudah kita datangi, akan tetapi tidak juga mendapat jalan keluar,” ungkap Runi kepada awak media pada Selasa (19/1/2021).
“Kondisinya adalah dari 6 Kelurahan di Bekasi Utara, masa iya hanya Kaliabang Tengah saja yang tidak cair dana BST BPJS Ketenagakerjaannya, kenapa bisa gitu?,” tanya Runi kesal.
Ia mengatakan, dirinya dan beberapa kader lain itu telah mencoba bermediasi kepada Lurah Kaliabang tengah, akan tetapi respon yang diterima para kader tidak baik.
“Kami (kader-Red), kemarin datang kekelurahan untuk menyampaikan aspirasi. Bukan solusi yang kami terima tapi malah dimarahi oleh Lurah Kaliabang Tengah dan menyalahkan kami,” ucap Runi.
Ia berharap bantuan sosial tunai dari BPJS Ketenagakerjaan dapat diterima guna melanjutkan kehidupan para kader menghadapi pandemic Covid-19 yang telah membuat carut marutnya perekonomian warga,
“Covid-19 ini sangat berdampak kepada kami para kader kelurahan. Dengan melalui BST, setidaknya cukup meringankan beban kami,” tungkas Runi. (ar)












