ROTASI.CO.ID – Aksi Cepat Tanggap (ACT) menyoroti dampak signifikan terhadap kemerosotan pangan dan pertanian di tengah Pandemi Covid-19. Hal itu membuat ACT menseriusi ketahanan pangan yang telah menjadi isu kongkrit di Hari Pangan Sedunia pada tahun ini.
Ketua Dewan Pembina Aksi Cepat Tanggap (ACT), Ahyuddin mengaku saat ini berbagai langkah disusun untuk mempertahankan akses makanan yang aman dan bergizi sebagai bagian penting dari respons untuk menghadapi pandemic Covid-19.
“Dengan urgensi yang ada, wakaf sebagai salah satu instrument filantropi tertinggi dalam Islam akan mengelola wakaf secara produktif yang diyakini dapat menggerakan system ekonomi, Pendidikan hingga Kesehatan masyarakat secara luas,” ungkapnya di Amana Venue, Jagakarsa, Jakarta Selatan pada Kamis (29/10/2020).
Ia menyatakan, Global Wakaf – ACT telah meluncurkan program produsen pangan Indonesia (MPPI) yang juga memberdayakan petani local. Katanya, program MPPI ini disambut baik oleh Yayasan Penguatan Peran Pesantren Indonesia (YP3I) dan Gerakan Masyarakat Pesantren unyuk Ketahanan Pangan Indonesia (Gema Petani)
“Para petani nantinya akan diberikan modal berupa bibit dan pupuk yang kemudian hasil panennya akan Kembali dibeli ACT dengan harga terbaik. Jadi Insya Allah, Global Wakaf – ACT Bersama YP3I dan Gema Petani akan membuat proyek pertama dengan 500 Hektare sawah padi. Program pangan ini dari sawah nanti ke padi kemudian masuk ke lumbung beras wakaf,” tuturnya.
Ahyuddin mengaku, program Kerjasama ini didanai seluruhnya oleh dana wakaf. Kerjasama ini trncananya akan membantu penggarapan lahan sekitar 1.500 petani di lahan 500 hektare tersebut di Jawa Timur.
Sementara itu, Pimpinan YP3I dan Gema Petani, Mahfudz Syaubari berharap, Kerjasama yang terjalin dapat dirasakan oleh umat. Ia juga akan mengajak kepada masyarakat untuk semakin menggerakan wakaf secara luas.
“Yang kita perlu luruskan sekarang adalah perlunya kita mengkampanyekan wakaf, bahwa wakaf tidak hanya dengan 3M yaitu masjid, madrasah, makam tetapi ada kekuatan ekonomi yang bisa digerakan oleh wakaf produkti yang saat ini dimotori dan telah dilakukan oleh Global Wakaf – ACT. Terobosan ini insya Allah akan mengatasi problem yang ada pada umat,” pungkasnya. (dyt)














