Rotasi.co.id – Komisi II DPRD Kota Bekasi mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi untuk memperkuat koordinasi dengan pemerintah pusat guna mempercepat pembangunan jalan layang (flyover) sebagai solusi permanen keselamatan di perlintasan sebidang kereta api.
Langkah ini bertujuan untuk memitigasi risiko kecelakaan fatal di titik-titik rawan sekaligus memastikan realisasi anggaran dukungan dari Presiden Prabowo Subianto sebesar Rp200 miliar dapat terserap tepat waktu demi peningkatan kualitas infrastruktur transportasi di wilayah Kota Bekasi.
Ketua Komisi II DPRD Kota Bekasi, Latu Har Hary, menegaskan bahwa penyelesaian pembebasan lahan merupakan prasyarat mutlak yang harus dituntaskan pemerintah daerah dalam waktu dekat.
Menurutnya, percepatan administrasi atas aset tanah akan menentukan kapan dimulainya konstruksi fisik yang direncanakan membentang sepanjang 800 meter di kawasan strategis tersebut.
“Saat ini yang paling penting adalah pembebasan lahan, karena itu menjadi prasyarat utama pembangunan flyover. Kami berharap bantuan presiden sebesar Rp200 miliar bisa segera direalisasikan agar pembangunan tidak tertunda,” ujar Latu Har Hary saat memberikan keterangan, Senin (04/05/2026).
Proyek yang menjadi perhatian nasional ini diperkirakan membutuhkan lahan seluas satu hektare yang mencakup lebih dari 90 bidang tanah milik warga maupun korporasi. Latu menilai keberadaan flyover sudah sangat krusial guna menghindari terulangnya insiden kecelakaan di perlintasan sebidang, seperti yang pernah terjadi di kawasan Stasiun Bekasi Timur.
“Kehadiran flyover dinilai sebagai solusi jangka panjang yang lebih efektif dibandingkan penanganan sementara. Fokus kita adalah keselamatan masyarakat dan kelancaran arus lalu lintas yang selama ini terhambat oleh frekuensi perjalanan kereta api yang tinggi,” ungkapnya.
Berdasarkan linimasa perencanaan, proyek infrastruktur ini ditargetkan mulai memasuki tahap pengerjaan fisik pada periode Juli hingga November 2026. DPRD Kota Bekasi berkomitmen untuk terus mengawal sinergi antara pemerintah pusat dan daerah agar seluruh target konstruksi dapat tercapai secara maksimal pada akhir tahun ini, sehingga masyarakat Bekasi dapat segera menikmati fasilitas publik yang lebih aman dan modern. (*)













