Rotasi.co.id — Dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan publik dan memperkuat keterlibatan masyarakat dalam pembangunan daerah, Pemerintah Kabupaten Bekasi resmi meluncurkan program layanan pengaduan masyarakat bertajuk ‘Lapor AA Bupati’.
Program ini bertujuan untuk menampung aspirasi, keluhan, dan laporan warga secara cepat, langsung, dan transparan kepada Bupati Bekasi.
Layanan ‘Lapor AA Bupati’ dapat diakses dengan mudah melalui aplikasi WhatsApp ke nomor 0899-0015-777 dan tersedia selama 24 jam non-stop, memberikan kemudahan komunikasi antara pemerintah dan masyarakat di seluruh wilayah Kabupaten Bekasi.
Bupati Bekasi menyampaikan bahwa program ini merupakan bagian dari upaya membangun pemerintahan yang responsif, transparan, dan berbasis pelayanan publik.
“Kami ingin masyarakat tahu bahwa pemerintah hadir dan siap mendengar. Laporan dari warga adalah dasar penting dalam menentukan arah pembangunan dan perbaikan layanan,” ungkapnya dalam peluncuran resmi program tersebut, dikutip laman resmi Bekasikab, Minggu (15/6/2025).
Sejak diluncurkan, layanan Lapor AA Bupati langsung mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat. Berbagai aduan dan keluhan langsung disampaikan melalui kanal resmi, mulai dari masalah infrastruktur, pelayanan air bersih, hingga lampu penerangan jalan umum (PJU).
Salah satu laporan menyoroti proyek pengerukan jalan di jalur CBL menuju Cikarang yang tidak kunjung diselesaikan.
“Setelah dikeruk, jalannya tidak dilanjutkan. Sangat membahayakan pengguna jalan,” tulis seorang warga dalam kolom komentar.
Masalah air bersih juga menjadi keluhan yang dominan. Warga mengaku kesulitan mendapatkan layanan optimal dari PDAM Kabupaten Bekasi, mulai dari aliran air yang sering mati, kualitas air yang keruh, hingga keluhan soal tagihan yang tetap tinggi meskipun layanan buruk.
“Air PDAM bayar mahal, tapi keruh dan sering mati. Kami harap segera diperbaiki,” ujar warga Tambun Selatan.
Selain itu, kondisi penerangan jalan di beberapa titik seperti sepanjang Jalan Kalimalang dari Sukadanau ke Akses Maspion, juga menjadi sorotan.
Warga menyebut bahwa gelapnya jalan berdampak langsung pada keamanan dan keselamatan pengguna jalan.
“Malam-malam gelap, motor ngebut kena lubang. Untung tidak jatuh,” keluh seorang pengendara.
Selain keluhan utama, warga juga berharap adanya pembangunan underpass di Jalan Bojong Koneng untuk mengurai kemacetan lalu lintas yang terjadi setiap hari.
Keluhan lainnya juga mencakup, biaya pendidikan yang dianggap masih membebani masyarakat meskipun diklaim gratis dan pembakaran sampah liar yang meresahkan warga karena berdampak pada kesehatan dan lingkungan.
Dengan hadirnya layanan Lapor AA Bupati, Pemerintah Kabupaten Bekasi berkomitmen untuk merespons setiap pengaduan secara cepat, terukur, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Program ini diharapkan menjadi sarana kontrol sosial yang konstruktif serta memperkuat partisipasi publik dalam tata kelola pemerintahan daerah. (*)














