Rotasi.co.id – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Bekasi meluncurkan program “Ngabuburit Pengawasan” perdana secara daring guna memperkokoh nilai integritas dan komitmen pengawasan dalam menjaga kualitas demokrasi nasional.
Kegiatan tersebut menghadirkan Ketua Bawaslu Kota Bekasi, Vidya Nurrul Fathia, sebagai narasumber utama dengan tema strategis terkait penguatan lembaga pengawas pemilu sebagai pilar demokrasi.
Ia mengatakan program ini merupakan agenda tahunan yang diinisiasi oleh Bawaslu RI untuk memastikan mandat rakyat tidak dicederai oleh praktik-praktik kecurangan.
Menurutnya, Bawaslu harus berdiri kokoh sebagai benteng terakhir keadilan pemilu dengan mengedepankan transparansi dan akuntabilitas dalam setiap kerja pengawasan.
“Demokrasi bukan sekadar angka di kotak suara. Demokrasi adalah keadilan dan kedaulatan rakyat. Di sinilah Bawaslu berdiri, bukan sebagai penonton, melainkan sebagai benteng terakhir yang memastikan mandat rakyat tidak dicederai,” ujar Vidya Nurrul Fathia dalam keterangannya, Sabtu (28/2/2026).
Menghadapi tantangan disinformasi di ruang digital, Bawaslu Kota Bekasi menjalankan sejumlah strategi prioritas, mulai dari peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) hingga digitalisasi sistem pelaporan.
Vidya menegaskan bahwa penguatan lembaga bukan sekadar soal perluasan wewenang, melainkan mempertajam profesionalitas dan keberanian aparat pengawas di lapangan.
“Penguatan lembaga pengawas bukan hanya soal menambah wewenang, tetapi mempertajam taring integritas, profesionalitas, dan keberanian dalam menjaga demokrasi,” tegas Vidya.
Bawaslu juga mendorong konsep pengawasan partisipatif sebagai “ruh” kekuatan lembaga dengan menggandeng perguruan tinggi, organisasi masyarakat, hingga komunitas pemuda di Kota Bekasi. Program Ngabuburit Pengawasan ini akan terus berlanjut sepanjang Ramadan, baik dalam format daring maupun luring melalui kegiatan “Ngaji Demokrasi” yang dirangkaikan dengan aksi sosial pembagian takjil bagi masyarakat. (*)














