Rotasi.co.id – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi mengevakuasi sebanyak 15.335 warga ke 21 titik pengungsian guna menjamin keselamatan masyarakat di tengah kepungan banjir yang melanda 161 titik hingga Selasa (27/1/2026).
Langkah darurat ini dilakukan untuk memastikan para penyintas mendapatkan akses perlindungan, layanan kesehatan, serta bantuan logistik yang memadai selama masa tanggap darurat.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bekasi, Dodi Supriadi, menjelaskan bahwa belasan ribu warga tersebut berasal dari 3.834 Kepala Keluarga (KK). Para pengungsi saat ini tersebar di 11 desa yang berada dalam cakupan wilayah administratif lima kecamatan terdampak.
“Sebanyak 15.335 jiwa mengungsi atau 3.834 KK yang mengungsi sampai dengan siang tadi pukul 13.00 WIB,” ungkap Dodi Supriadi saat memberikan keterangan pers di Cikarang, Selasa (27/1/2026).
Data BPBD merinci lokasi pengungsian tersebar di Kecamatan Babelan, Karangbahagia, Sukawangi, Sukakarya, dan Pebayuran. Di Kecamatan Babelan, petugas menyiagakan empat titik posko, termasuk di Masjid Al Hidayah dan Pendopo Desa Babelan Kota.
Sementara itu, Kecamatan Karangbahagia menjadi wilayah dengan titik pengungsian terbanyak, yakni tujuh lokasi yang memanfaatkan fasilitas publik seperti gedung serbaguna kecamatan hingga area pemasaran perumahan.
Kecamatan Sukawangi dan Sukakarya juga mengaktifkan kantor desa, sekolah (SDN 01 Sukajadi), serta masjid-masjid setempat untuk menampung warga. Adapun di wilayah Pebayuran, warga mulai menempati masjid desa dan tenda-tenda darurat yang didirikan di Kampung Kobak Ceper, Desa Karangharja.
Dodi menambahkan bahwa fokus utama instansinya saat ini adalah memastikan distribusi logistik tepat sasaran dan koordinasi intensif dengan berbagai pemangku kepentingan untuk memantau ketinggian air secara real-time.
“Kami terus berkoordinasi dengan pihak terkait. Selain itu, kami juga melakukan pemberian bantuan logistik secara bertahap kepada para korban terdampak di setiap titik pengungsian,” jelas Dodi.
Pemerintah Kabupaten Bekasi mengimbau warga di area rawan untuk tetap waspada terhadap potensi hujan susulan yang dapat meningkatkan debit air. Masyarakat diminta segera melapor ke posko terdekat atau menghubungi layanan darurat jika memerlukan bantuan evakuasi lanjutan. (*)













