Rotasi.co.id – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi meminta Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan BNPB segera melanjutkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) guna meminimalisir dampak risiko hujan sangat lebat hingga ekstrem yang diprediksi melanda wilayah setempat.
Langkah preventif ini dilakukan untuk mengendalikan curah hujan agar tidak memperparah kondisi genangan di titik-titik rawan banjir seiring dengan peringatan dini yang dikeluarkan oleh BMKG.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bekasi, Muchlis, menegaskan seluruh infrastruktur pendukung seperti mesin pompa air telah disiagakan di lokasi-lokasi langganan banjir.
Permohonan OMC tersebut menjadi prioritas utama untuk memecah konsentrasi awan hujan sebelum mencapai intensitas ekstrem di wilayah Kabupaten Bekasi dan Karawang.
“Pompa-pompa sudah disiagakan di lokasi yang biasanya terdampak banjir serta kami meminta kepada BNPB serta Pemprov Jabar untuk dilakukan operasi modifikasi cuaca,” ujar Muchlis kepada wartawan di Cikarang, Selasa (27/1/2026).
Selain kesiapan teknis, Muchlis telah menginstruksikan seluruh jajaran camat untuk meningkatkan kewaspadaan dan mengantisipasi segala kemungkinan dampak cuaca ekstrem. BPBD juga telah menyebar armada perahu karet ke wilayah-wilayah yang berpotensi tinggi mengalami luapan sungai sebagai sarana evakuasi cepat bagi warga.
“Kami sudah menyampaikan kepada seluruh camat untuk mengantisipasi hal tersebut, termasuk meminta masyarakat di sekitar aliran sungai untuk lebih waspada. Posko darurat, personel piket, dan perahu evakuasi sudah kami siagakan di lokasi-lokasi terdampak,” tegas Muchlis.
Berdasarkan data terbaru BPBD per 26 Januari 2026, tercatat sebanyak 40 desa sempat terdampak banjir dengan 14 titik pengungsian yang masih beroperasi. Meski Muchlis menyebut kondisi genangan di sebagian wilayah sudah berangsur surut, ancaman hujan ekstrem dalam beberapa hari ke depan tetap menuntut kesiapsiagaan penuh dari seluruh elemen pemerintah dan masyarakat.
“Saya menyampaikan permohonan agar dapat dilakukan OMC sepanjang potensi hujan ekstrem masih mungkin terjadi di Kabupaten Bekasi,” pungkasnya. (*)













