Rotasi.co.id – Puskesmas Jatiasih, Kota Bekasi, terus mengembangkan pelayanan kesehatan dasar melalui penyediaan layanan terapi wicara bagi masyarakat. Layanan ini menjadi salah satu upaya fasilitas kesehatan tingkat pertama tersebut dalam membantu masyarakat yang mengalami hambatan komunikasi, sekaligus meningkatkan kualitas hidup melalui penanganan kesehatan yang lebih menyeluruh.
Pelayanan terapi wicara memiliki peran penting dalam membantu individu mengembangkan atau memulihkan kemampuan berbicara, berbahasa, berkomunikasi, serta aspek tertentu yang berkaitan dengan fungsi menelan. Melalui pendampingan yang sesuai dengan kebutuhan pasien, terapi ini diharapkan dapat membantu meningkatkan kemampuan komunikasi dan mendukung aktivitas sehari-hari.
Kepala Puskesmas Jatiasih, dr. Nurdin Hidayat, menjadi bagian dari upaya penguatan pelayanan kesehatan yang dilakukan puskesmas untuk menjawab kebutuhan masyarakat.
Pengembangan layanan terapi wicara juga menunjukkan bahwa pelayanan kesehatan di tingkat puskesmas tidak hanya berfokus pada pengobatan penyakit, tetapi turut memperhatikan kebutuhan rehabilitasi dan peningkatan kemampuan fungsional pasien.
“Pelayanan terapi wicara ini kami hadirkan sebagai salah satu bentuk upaya Puskesmas Jatiasih dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat. Kami berharap masyarakat yang membutuhkan dapat memperoleh pendampingan sesuai dengan kondisi dan kebutuhan kesehatannya,” kata dr. Nurdin dalam keterangannya, Kamis (5/11/2026).
Layanan terapi wicara dapat dibutuhkan oleh berbagai kelompok usia, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa, bergantung pada kondisi yang dialami. Pada anak, terapi dapat membantu menangani hambatan perkembangan bicara dan bahasa, sedangkan pada orang dewasa layanan ini dapat mendukung pemulihan kemampuan komunikasi akibat kondisi medis tertentu. Penentuan kebutuhan dan program terapi tetap harus didasarkan pada hasil penilaian tenaga profesional.
“Setiap pasien memiliki kebutuhan yang berbeda. Karena itu, penanganan harus disesuaikan dengan hasil pemeriksaan dan kondisi masing-masing pasien agar pelayanan yang diberikan dapat berjalan secara tepat dan optimal,” tuturnya.
Pengembangan layanan tersebut juga diharapkan dapat meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya mengenali gangguan komunikasi sejak dini. Orang tua maupun keluarga perlu memperhatikan perkembangan kemampuan bicara dan bahasa, serta berkonsultasi dengan tenaga kesehatan apabila menemukan tanda-tanda keterlambatan atau perubahan kemampuan komunikasi.
“Kami mengajak masyarakat untuk tidak mengabaikan gangguan bicara atau komunikasi. Apabila menemukan kondisi yang membutuhkan perhatian, masyarakat dapat berkonsultasi dengan tenaga kesehatan agar memperoleh pemeriksaan dan arahan penanganan yang sesuai,” katanya.
Melalui pelayanan terapi wicara, Puskesmas Jatiasih berupaya memperluas manfaat layanan kesehatan dasar agar masyarakat memiliki akses terhadap pendampingan yang sesuai dengan kebutuhan. Upaya ini diharapkan dapat mendukung kemandirian pasien, meningkatkan kemampuan berkomunikasi, serta memperbaiki kualitas hidup dalam lingkungan keluarga maupun sosial.
Keberadaan layanan tersebut menjadi bagian dari penguatan peran Puskesmas Jatiasih sebagai fasilitas kesehatan tingkat pertama yang tidak hanya memberikan pelayanan kuratif, tetapi juga mendukung upaya promotif, preventif, dan rehabilitatif.
“Dengan pelayanan yang berkesinambungan serta keterlibatan keluarga, terapi wicara diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat yang membutuhkan,” pungkasnya. (adv)














