Rotasi.co.id – Puskesmas Jatiasih, Kota Bekasi, mempersiapkan pelayanan kesehatan bagi calon jemaah haji sebagai bagian dari upaya memastikan kesiapan fisik dan kondisi kesehatan sebelum menjalankan ibadah di Tanah Suci.
Persiapan tersebut menjadi langkah penting karena jemaah haji akan menghadapi rangkaian aktivitas ibadah yang membutuhkan kondisi tubuh prima, mulai dari perjalanan hingga pelaksanaan berbagai rangkaian ibadah.
Kepala Puskesmas Jatiasih, dr. Nurdin Hidayat, menjelaskan persiapan kesehatan calon jemaah haji perlu dilakukan sejak dini agar setiap jemaah dapat mengetahui kondisi kesehatannya sebelum keberangkatan.
Pemeriksaan dan pendampingan kesehatan juga menjadi bagian dari upaya memberikan pemahaman kepada calon jemaah mengenai pentingnya menjaga kebugaran selama menjalankan ibadah haji.
“Persiapan kesehatan calon jemaah haji merupakan hal penting yang harus diperhatikan sebelum keberangkatan. Kami ingin memastikan para calon jemaah memahami kondisi kesehatannya masing-masing sehingga dapat mempersiapkan diri dengan baik,” ujar dr. Nurdin dalam keterangannya, Jumat (6/11/2026).
Dalam pelaksanaannya, pelayanan kesehatan bagi calon jemaah haji dapat mencakup pemeriksaan kondisi kesehatan, pemantauan faktor risiko penyakit, serta edukasi mengenai pola hidup sehat.
Langkah tersebut bertujuan membantu calon jemaah mengenali kondisi tubuh sekaligus memahami hal-hal yang perlu diperhatikan agar kesehatan tetap terjaga menjelang keberangkatan.
“Kami juga mendorong calon jemaah untuk memperhatikan kondisi tubuh, menjaga pola makan, berolahraga sesuai kemampuan, dan mengikuti arahan tenaga kesehatan. Persiapan seperti ini perlu dilakukan secara konsisten, bukan hanya menjelang hari keberangkatan,” tuturnya.
Selain pemeriksaan kesehatan, edukasi menjadi salah satu bagian penting dalam persiapan calon jemaah haji. Pemahaman mengenai pengelolaan penyakit kronis, penggunaan obat secara teratur, pemenuhan kebutuhan cairan, serta upaya menjaga kebugaran dapat membantu jemaah menghadapi perubahan aktivitas dan lingkungan selama berada di Arab Saudi.
“Calon jemaah yang memiliki riwayat penyakit tertentu perlu lebih memperhatikan kondisi kesehatannya. Karena itu, konsultasi dengan tenaga kesehatan dan kepatuhan terhadap pengobatan menjadi bagian dari persiapan yang tidak boleh diabaikan,” ungkapnya.
Puskesmas Jatiasih juga memiliki peran dalam mendukung koordinasi pelayanan kesehatan calon jemaah sesuai kewenangan fasilitas kesehatan tingkat pertama dan ketentuan penyelenggaraan kesehatan haji. Melalui pelayanan tersebut, calon jemaah diharapkan memperoleh informasi yang tepat mengenai kondisi kesehatan serta langkah lanjutan yang perlu dilakukan apabila ditemukan faktor risiko tertentu.
“Kami berharap seluruh calon jemaah dapat mengikuti tahapan pemeriksaan dan arahan petugas kesehatan. Dengan persiapan yang baik, jemaah dapat lebih memahami kondisi dirinya dan mengetahui langkah yang harus dilakukan untuk menjaga kesehatan,” katanya.
Persiapan kesehatan sebelum keberangkatan menjadi bagian dari ikhtiar untuk mendukung kelancaran ibadah haji. Puskesmas Jatiasih melalui pelayanan kesehatan dan edukasi diharapkan dapat membantu calon jemaah membangun kesiapan fisik, meningkatkan kesadaran terhadap kesehatan pribadi, serta menjalankan rangkaian ibadah dengan memperhatikan kondisi tubuh masing-masing.
“Harapan kami, para calon jemaah haji dapat berangkat dalam kondisi kesehatan yang dipersiapkan dengan baik. Kami mengimbau agar mereka tidak mengabaikan pemeriksaan kesehatan dan terus menerapkan pola hidup sehat selama masa persiapan,” pungkasnya. (adv)












