Rotasi.co.id – Anggota DPRD Kota Bekasi, Agus Rohadi, menyoroti lambatnya kelanjutan proyek revitalisasi Kalimalang yang hingga kini belum menunjukkan progres signifikan dan terancam mangkrak. Ia mendorong agar proyek tersebut segera dimasukkan ke dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Jawa Barat, di bawah kepemimpinan Gubernur Dedi Mulyadi.
“Kalau ini kewenangan provinsi, ini kan gubernur baru nih. Saya tidak tahu apakah masuk RPJMD-nya provinsi atau tidak. Mudah-mudahan kalau masuk, target pembangunan dari provinsi segera dilakukan,” ujar Agus, Rabu (4/6/2025).
Proyek revitalisasi Kalimalang yang berada di sepanjang Jalan M. Hasibuan, Bekasi Selatan, sebelumnya dirancang menjadi ikon wisata air Kota Bekasi, mengadopsi konsep serupa dengan Sungai Cheonggyecheon di Korea Selatan. Gagasan tersebut dicetuskan oleh mantan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, sebagai upaya membangun wajah kota yang ramah wisata dan menarik secara visual.
Sebagai anggota Komisi II DPRD Kota Bekasi, Agus menilai proyek ini memiliki nilai strategis dalam menggerakkan ekonomi lokal dan memperluas potensi wisata daerah.
“Karena pasti ada tujuan jangka panjang dari revitalisasi Kalimalang ini. Konsep wisata air itu dulunya digadang-gadang bisa jadi daya tarik utama, apalagi dengan air yang cukup bersih dan lokasi yang strategis,” jelas politisi dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) tersebut.
Ia juga menyayangkan mandeknya proyek tersebut, padahal secara sarana dan prasarana, kawasan Kalimalang dinilai sangat layak untuk dikembangkan menjadi destinasi wisata unggulan.
“Kalau melihat dari kondisi Kalimalang saat ini, sudah cukup menunjang. Airnya juga bersih, tinggal kemauan politik dari pemerintah provinsi untuk menjadikannya prioritas,” tambahnya.
Agus berharap agar Gubernur Jawa Barat yang baru dapat melihat potensi besar dari proyek ini dan menjadikannya bagian dari pembangunan strategis provinsi, mengingat manfaatnya tidak hanya untuk Kota Bekasi, tetapi juga untuk wilayah metropolitan di sekitarnya.
“Mudah-mudahan ini masuk dalam rencana strategis. Karena proyek ini bukan hanya untuk Bekasi, tapi bisa menopang ekonomi wilayah Jawa Barat secara keseluruhan,” pungkasnya. (*)














