Rotasi.co.id – Ajang penghargaan bergengsi Pesantren Award 2025 resmi memasuki tahap seleksi.
Ratusan tokoh, santri, pesantren, hingga kepala daerah diusulkan sebagai peserta dalam proses pengajuan yang berlangsung pada 11–20 Agustus 2025. Penganugerahan akan digelar bertepatan dengan puncak Hari Santri, 20 Oktober 2025.
Direktur Pesantren, Basnang Said, menegaskan bahwa proses seleksi tahun ini dilaksanakan secara ketat dengan melibatkan banyak pihak.
Hal itu untuk memastikan penghargaan diberikan kepada figur maupun lembaga yang memiliki komitmen nyata terhadap pengembangan ekosistem pesantren di Indonesia.
“Kementerian Dalam Negeri juga mendukung penuh dengan menerbitkan surat kawat kepada pemerintah daerah agar mengusulkan kepala daerah yang dinilai layak menerima penghargaan. Dari proses itu, sebanyak 45 pemerintah daerah telah mengajukan usulan,” ujar Basnang dalam keterangan yang diterima pada Senin (16/9/2025).
Selain pemerintah daerah, Kementerian Agama juga membuka ruang bagi Kantor Wilayah (Kanwil) serta organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam untuk mengusulkan kandidat.
“Meski begitu, keputusan akhir sepenuhnya berada di tangan dewan juri independen yang sudah dibentuk,” ungkapnya.
Ia menjelaskan Pesantren Award 2025 akan diberikan dalam empat kategori utama: Kepala Daerah Peduli Pesantren, Pesantren Transformatif, Santri Inspiratif, dan Tokoh Pesantren (Lifetime Achievement).
“Kemenag memberikan kepercayaan penuh kepada dewan juri untuk menetapkan penerima penghargaan, termasuk kategori bergengsi Lifetime Achievement,” imbuh Basnang.
Sementara itu, ketua tim penilai, Alissa Wahid, menambahkan bahwa kredibilitas Pesantren Award sangat ditentukan oleh kualitas seleksi yang berlangsung tahun ini. Menurutnya, jumlah usulan yang masuk mencerminkan antusiasme luar biasa dari ekosistem pesantren.
“Tercatat 132 usulan untuk kategori Santri Inspiratif, 118 usulan untuk kategori Pesantren Transformatif, serta puluhan usulan untuk kategori kepala daerah. Setelah seleksi administrasi, hanya 10 kandidat per kategori yang akan masuk shortlist, lalu disaring lagi menjadi 3 finalis melalui presentasi dan wawancara,” jelas Alissa.
Untuk kategori Lifetime Achievement, seleksi akan dilakukan secara khusus karena menyangkut kiprah tokoh pesantren yang berpengaruh besar dan konsisten dalam memajukan pendidikan pesantren nasional.
“Penghargaan ini juga akan dilengkapi dengan penerbitan karya tulis para tokoh penerima penghargaan oleh Kemenag, sebagai dokumentasi warisan intelektual pesantren,” tambahnya.
Alissa menegaskan bahwa Pesantren Award bukan hanya seremoni, melainkan panggung apresiasi yang kredibel, inspiratif, dan berdampak.
“Penghargaan ini harus menjadi standar baru bagi kualitas dan dedikasi dunia pesantren. Tidak sekadar memberikan apresiasi, tetapi juga mendorong pesantren terus berperan sebagai pilar penting pendidikan Islam di Indonesia,” pungkasnya.
Sebagai informasi, proses penjurian dilaksanakan dalam dua tahap. Sidang pertama dijadwalkan pada 18 September 2025 secara daring untuk menetapkan tiga finalis tiap kategori. Sidang kedua berlangsung luring pada 22–24 September 2025, dengan agenda presentasi dan wawancara finalis di hadapan dewan juri. (*)













