Rotasi.co.id – Kementerian Keuangan mencatat realisasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah menjangkau 40.911.407 penerima manfaat secara nasional hingga 10 November 2025 untuk memastikan pemenuhan gizi masyarakat, khususnya kelompok rentan.
Laporan tersebut disampaikan sebagai bentuk transparansi sekaligus evaluasi terhadap pelaksanaan salah satu program prioritas pemerintah.
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Jawa Timur, Saiful Islam, menjelaskan bahwa total penerima manfaat didominasi oleh kategori anak sekolah dan santri dengan jumlah 38.260.703 jiwa, diikuti balita sebanyak 1.797.316 jiwa, serta ibu hamil dan ibu menyusui mencapai 853.388 jiwa.
“Secara nasional, program makan bergizi gratis ini telah diterima oleh kurang lebih sekitar 40,9 juta penerima manfaat,” ujar Saiful dikutip Kamis (20/11/2025).
Saiful juga memaparkan pelaksanaan MBG ditopang oleh 25.757 unit suplier yang berperan menyediakan kebutuhan logistik. Dari jumlah tersebut, sebanyak 12.740 merupakan UMKM, 3.181 koperasi, 501 BUMDes/BUMDesma, dan 9.375 suplier lainnya.
“Suplier yang terlibat menunjukkan bahwa program ini turut menggerakkan ekonomi lokal melalui UMKM dan koperasi,” ungkapnya.
Selain penyedia logistik, program MBG juga didukung oleh jaringan 14.576 unit Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dengan melibatkan 537.287 petugas yang bertanggung jawab dalam distribusi makanan bergizi di lapangan.
“Jumlah tersebut menjadi indikator kuatnya koordinasi lintas daerah dalam menjalankan program berskala nasional ini,”paparnya.
Saiful juga menambahkan realisasi tertinggi MBG terjadi di Provinsi Jawa Barat dengan 10.429.527 penerima manfaat, disusul Jawa Tengah sebanyak 6.474.355 penerima, dan Jawa Timur sebanyak 5.265.514 penerima. Daerah lainnya mencakup Lampung (1.941.384), Banten (1.499.077), dan Sumatera Utara (1.460.228).
“Jawa Barat menjadi provinsi dengan penerima manfaat terbesar karena populasi anak sekolah dan santri yang sangat tinggi,” jelasnya.
Secara khusus di Jawa Timur, MBG menjangkau 5.035.606 anak sekolah dan santri, 153.615 balita, serta 76.293 ibu hamil dan menyusui. Program ini didukung oleh 2.942 suplier yang terdiri atas 1.395 UMKM, 298 koperasi, 111 BUMDes/BUMDesma, dan 1.138 penyedia lainnya.
“Keterlibatan UMKM di Jawa Timur menjadi bukti bahwa MBG tidak hanya mendorong ketahanan gizi, tetapi juga memperkuat ekonomi daerah,” tutur Saiful.
Dengan realisasi yang terus meningkat, pemerintah berharap Program Makan Bergizi Gratis mampu memperbaiki kualitas kesehatan masyarakat sekaligus menurunkan angka stunting sejalan dengan agenda nasional dalam memperkuat kualitas SDM Indonesia. (*)














