Rotasi.co.id – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko Infrastruktur), Agus Harimukti Yudhoyono (AHY), menekankan pentingnya kolaborasi pemerintah dan swasta sebagai kunci keberhasilan pembangunan infrastruktur di Indonesia.
Hal ini disampaikan AHY dalam sebuah acara yang diselenggarakan oleh Standard Chartered, Selasa (21/1/2025).
“Dalam pembangunan infrastruktur, kita perlu integrasi yang baik. Sebagai Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, saya memiliki kewajiban untuk mengintegrasikan berbagai upaya terbaik dari lima kementerian terkait dalam membangun Indonesia secara fisik, mendukung swasembada pangan, energi, dan air bersih,” kata AHY kepada Rotasi.
Ia menjelaskan bahwa proyek infrastruktur berskala besar, seperti pembangunan jalan raya, peningkatan konektivitas darat, laut, dan udara, pembangunan bendungan, serta tanggul laut, membutuhkan pembiayaan yang inovatif dan kredibel.
“Pembangunan infrastruktur membutuhkan dukungan penganggaran yang inovatif dan kredibel,” tegasnya.
Ia mengapresiasi peran Standard Chartered sebagai mitra yang memiliki komitmen terhadap kemajuan Indonesia.
“Saya senang Standard Chartered sebagai partner yang juga punya kepedulian dan kepentingan untuk melihat Indonesia semakin maju dan sejahtera,” paparnya.
Menko AHY juga optimistis terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia di dekade mendatang, meskipun ia menekankan bahwa pertumbuhan ekonomi 8% tidak akan tercapai tanpa optimisme dan identifikasi peluang yang tepat.
“Pertumbuhan ekonomi 8% tidak akan datang begitu saja, tetapi harus ada optimisme dan kita melihat opportunity-nya,” paparnya.
Indonesia, menurutnya, memiliki potensi besar dengan sumber daya alam yang melimpah dan bonus demografi.
“70% penduduk akan berusia produktif menuju 2045. Kita harus memanfaatkan window of opportunity ini,” pungkasnya. (*)














