Rotasi.co.id – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Bekasi, menggelar acara Deklarasi Pengawasan Partisipatif Senam Sportifitas bersama Bawaslu Kota Bekasi di Jalan Ahmad Yani, Kota Bekasi, Minggu (1/9/2024).

Forkopimda, penyelenggara Ad-Hoc, Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam), Panitia Pemilih Kecamatan (PPK), Pengawas Kelurahan, Organisasi Kepemudaan, dan sebanyak 750 orang masyarakat Kota Bekasi dari berbagai elemen ikut menyemarakkan acara demi suksesnya Pilkada di Kota Bekasi 2024 nanti.
Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Humas, Choirunnisa Marzoeki menjelaskan maksud dari kegiatan ini untuk mengajak seluruh elemen masyarakat agar perperan aktif dalam mengawasi jalannya Pilkada di Kota Bekasi 2024 ini.
“Kita libatkan lebih banyak masyarakat karena berharap masyarakat yang menentukan kualitas Pilkada besok, dengan tidak menerima uang, dan juga melawan hoaks serta melawan ujaran kebencian,” ujar Nisa selepas acara kepada Wartawan.

Melalui salah satu kegiatan yaitu cap tangan dengan melibatkan masyarakat yang hadir sebagai bentuk deklarasi bersama, Bawaslu Kota Bekasi berharap kualitas Pilkada nanti jadi lebih baik.
“Dengan cap tangan menunjukkan bahwa tangannya itu berguna untuk Pilkada besok. Karena tangan itu bisa menerima, bisa menolak, bisa meneruskan atau menghentikan berita-berita yang mereka terima untuk tidak disebarluaskan melalui jari tangannya,” ucap Nisa.

Nisa menjelaskan beberapa aktivitas politik yang seharusnya dilaporkan yaitu bila berkampanye atau memasang atribut kampanye di tempat ibadah, dan juga bila salah satu Paslon memberikan sejumlah uang agar dipilih.
“Contohnya tidak boleh kampanye dan terdapat atribut kampanye di tempat ibadah, atau jika ada kandidat yang memberikan uang, maka hal itu bisa dilaporkan,” jelasnya.
Ia menuturkan agar masyarakat lebih berani untuk melaporkan ke kantor Panwascam, ataupun melalui Instagram Bawaslu Kota Bekasi yaitu @bawaslu_kotabekasi.
Nisa juga menambahkan Bawaslu bersama Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu), akan melindungi maupun merahasiakan identitas dari pelapor, sehingga para pelapor dapat merasa aman dan Pilkada di Kota Bekasi dapat berjalan secara adil dan jujur.
“Jadi kita bersama Gakkumdu ketika mereka mendapatkan ancaman dan sebagainya perlu kita lindungi, dan identitas pelapor akan disembunyikan,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua Umum Bawaslu Kota Bekasi, Vidya Nurrul Fathia, mengingatkan kepada masyarakat untuk memastikan dirinya sudah terdaftar sebagai pemilih, dan jika belum terdaftar agar segera melaporkan ke pejabat lingkungan setempat.
“Pastikan sudah terdaftar sebagai pemilih. Jika belum, segera melapor ke RT/RW setempat, agar nantinya bisa menggunakan hak pilihnya di Pilkada serentak 27 November 2024,” ucap Vidya.

Ia menambahkan melalui partisipasi masyarakat dalam mengawasi jalannya Pilkada nanti, diharapkan dapat membawa lima tahun Kota Bekasi jadi lebih baik.
“Jadi pemilih yang cerdas. Bantu Bawaslu sebagai pengawas partisipatif agar semoga Kota Bekasi lima tahun ke depan mendapatkan pemimpin yang baik,” tutupnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat Kota Bekasi menjadi pemilih yang cerdas dan kritis dalam menyaring segala informasi yang beredar guna meminimalisir penyebaran berita hoaks, ujaran kebencian serta politisasi SARA, agar Pilkada 2024 di Kota Bekasi dapat berjalan dengan tertib, aman dan lancar.














