Rotasi.co.id – Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengalokasikan anggaran sebesar Rp6 miliar dari APBD 2025 untuk program pembinaan kedisiplinan dan bela negara bagi 900 siswa SMA/SMK yang terindikasi terlibat dalam kenakalan remaja.
Program ini dilaksanakan di Depo Pendidikan (Dodik) Bela Negara Rindam III/Siliwangi, Cikole, Lembang, Kabupaten Bandung Barat.
Sekretaris Daerah Jawa Barat, Herman Suryatman, menyampaikan bahwa gelombang pertama program ini menargetkan 350 siswa.
Sebanyak 219 siswa telah mengikuti program tersebut. Para peserta berasal dari berbagai daerah di Jawa Barat, termasuk Purwakarta, Depok, Bogor, Cianjur, Garut, Tasikmalaya, Kota Bandung, Kota Cimahi, dan Sukabumi.
“Kami sudah menyiapkan anggaran sebesar Rp6 miliar untuk SMA/SMK. Dana ini akan digunakan untuk membiayai pembinaan 900 siswa bermasalah di Jawa Barat,” ujar Herman Suryatman dalam keterangan tertulis yang diterima pada Kamis (8/5/2025).
Ia menambahkan bahwa setiap siswa akan mendapatkan alokasi dana sekitar Rp6,6 juta selama mengikuti program pembinaan di barak TNI.
Program ini bertujuan untuk mendisiplinkan siswa yang terlibat dalam kenakalan remaja, seperti tawuran, kecanduan game online, penyalahgunaan narkotika, dan keterlibatan dalam geng motor.
“Para siswa akan menjalani pelatihan selama 14 hari dengan materi yang mencakup kedisiplinan, kepemimpinan, dan bela negara,” ungkapnya.
Herman menegaskan bahwa program ini bukan merupakan pendidikan militer, melainkan upaya pembinaan karakter dan kedisiplinan bagi siswa yang memerlukan perhatian khusus.
“Ini bukan pendidikan militer. Program ini bertujuan untuk membentuk karakter dan kedisiplinan siswa agar mereka dapat kembali ke lingkungan sekolah dan masyarakat dengan perilaku yang lebih baik,” jelasnya.
Program ini dilaksanakan dengan persetujuan orang tua siswa dan akan terus dievaluasi untuk memastikan efektivitasnya dalam membentuk karakter siswa. (*)














