Rotasi.co.id – Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menggelar kegiatan media gathering bersama puluhan jurnalis selama dua hari, 12–13 Oktober 2026, di Wisata Alam Sevillage, Ciloto, Cipanas, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.
Kegiatan yang diinisiasi Sudjatmiko Center tersebut bertujuan mempererat hubungan antara partai politik dan insan pers sekaligus membuka ruang komunikasi mengenai aspirasi masyarakat serta isu pembangunan Kota Bekasi.
Anggota DPR RI Fraksi PKB, H. Sudjatmiko, mengatakan media memiliki peran strategis dalam menjembatani komunikasi antara wakil rakyat dan masyarakat.
Menurutnya, hubungan yang baik dengan jurnalis dapat mendukung penyampaian aspirasi publik sekaligus memperkuat komunikasi mengenai berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.
“Media adalah mitra strategis kami dalam menyuarakan aspirasi masyarakat. Melalui kegiatan ini, kami ingin membangun suasana kebersamaan yang hangat agar sinergi antara legislatif dan insan pers semakin solid dan produktif,” ujar Sudjatmiko di sela kegiatan, Senin (12/10/2026).
Sementara itu, Ketua DPC PKB Kota Bekasi, Rizki Topananda, menilai kegiatan tersebut menjadi kesempatan bagi partai untuk membangun komunikasi yang lebih terbuka dengan kalangan jurnalis.
Ia menegaskan bahwa hubungan antara partai politik dan media tidak cukup hanya terjalin saat momentum pemberitaan, tetapi juga perlu dirawat melalui dialog dan pertukaran pandangan secara berkelanjutan.
“Kami ingin menunjukkan bahwa PKB adalah partai yang inklusif dan siap bermitra secara terbuka, dengan rekan-rekan jurnalis dalam mengawal pembangunan Kota Bekasi,” tutur Rizki.
Selain mempererat komunikasi kelembagaan, kegiatan tersebut juga diarahkan untuk membangun pemahaman bersama mengenai persoalan sosial dan kebutuhan masyarakat.
Kemudian, Sekretaris Dewan Syuro DPC PKB Kota Bekasi, Alit Jamaludin, menyebut hubungan yang konstruktif antara partai dan media dapat membantu menjaga kedekatan agenda politik dengan kepentingan publik.
“Peran media sangat besar dalam merajut harmoni sosial. Melalui kebersamaan ini, kita ingin memastikan bahwa langkah politik yang kami jalankan, selaras dengan kebutuhan umat dan masyarakat luas di Kota Bekasi,” ucap Alit.
Bagi Sekretaris DPC PKB Kota Bekasi, Benny Surya, pertemuan dengan puluhan jurnalis tersebut juga memiliki makna personal karena ia pernah berkecimpung dalam dunia kewartawanan. Pengalaman itu membuatnya memahami dinamika kerja jurnalistik, termasuk tantangan yang dihadapi wartawan saat mengumpulkan informasi dan menyampaikan berita kepada masyarakat.
“Sebagai orang yang pernah berkecimpung di dunia kewartawanan, saya paham betul dinamika dan tantangan rekan-rekan di lapangan. Forum ini bukan sekadar acara seremoni, tapi ruang diskusi hangat untuk saling menyelaraskan frekuensi demi kemajuan Kota Bekasi,” tutur Benny.
Penyelenggara mengemas kegiatan di kawasan wisata alam tersebut melalui diskusi santai mengenai sejumlah isu strategis Kota Bekasi, kemudian dilanjutkan dengan sesi kebersamaan bersama keluarga besar pers. Format ini dimaksudkan untuk menciptakan suasana dialog yang lebih cair sehingga komunikasi antara pengurus partai, wakil rakyat, dan jurnalis dapat berlangsung lebih akrab.
Melalui kegiatan tersebut, PKB berharap komunikasi dengan insan pers tidak berhenti pada pertemuan selama dua hari, tetapi berlanjut dalam kerja sama yang profesional dan saling menghormati. Hubungan tersebut tetap perlu berpijak pada independensi jurnalistik, kebebasan pers, serta hak masyarakat untuk memperoleh informasi yang akurat dan berimbang.
Penyelenggara juga menyampaikan komitmen untuk menjadikan kegiatan serupa sebagai agenda berkala. Rencana tersebut diharapkan dapat menjaga kesinambungan komunikasi antara PKB Kota Bekasi dan kalangan jurnalis sekaligus membuka ruang evaluasi terhadap berbagai isu kerakyatan dan pembangunan daerah.
Dengan demikian, media gathering yang digelar Sudjatmiko Center bersama PKB dan puluhan jurnalis menjadi salah satu upaya membangun komunikasi politik yang lebih terbuka. Dampak kegiatan tersebut pada keterbukaan informasi dan pengawalan isu publik selanjutnya dapat dilihat dari konsistensi dialog, akses informasi, serta tindak lanjut terhadap persoalan masyarakat yang disampaikan melalui pemberitaan. (*)












